Daerah  

Tim Kementerian PUPR Temukan Material Risha Pembangunan 2.100 Rumah Pejuang eks Timtim Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Avatar photo
Reporter : Arnoldus Fobia Editor: Cyriakus Kiik

Kupang, JurnalDemokrasi.com – Tim Teknis Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menemukan adanya material risha yang digunakan sebagai bahan utama pembangunan 2.100 unit rumah khusus bagi Pejuang Eks Timor Timur (Timtim) diduga kuat tidak sesuai spek gambar material yang ada.

Lokasi dugaan temuan itu di Desa Camplong 2 Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Inilah lokasi Workshop PT Adhi Karya, salah satu Kontraktor Pelaksana Pembangunan 2.100 unit rumah khusus tersebut dengan kuota sekira 400 unit.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Meski telah menjadi temuan, material risha hasil pabrikan salah satu perusahaan penyedia material risha bagi PT Adhi Karya itu tetap digunakan. Bahkan, hingga kini telah terbangun hampir 50 unit rumah di lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pada rakitan tulangan manel P1 terdapat sejumlah temuan. Di antaranya, perbedaan jumlah sengkang kacamata yang seharusnya berjumlah 5 buah menjadi 7 buah. Ada juga perbedaan jumlah sengkang cincin yang seharusnya berjumlah 12 buah (4 buah tiap sisi dan 2 buah di sudut) ternyata hanya 8 buah. Sehingga, terjadi nol pada sisi sudut. Juga terjadi variasi jarak peletakkan antara sengkang kacamata kira-kira 0,3 milimeter (mm).

Selain itu, pada rakitan tulangan panel P2 terdapat sejumlah temuan. Di antaranya, diameter tulangan seharusnya 8,00 milimeter (mm) sementara hasil pengukuran hanya 7,21 mm (di luar batas toleransi kira-kira 0,4 mm). Ada juga pengikat wiremesh hanya diikat bendrat pada 2 titik, yaitu pada ujung-ujung lebar panel.

Sementara hasil pemeriksaan pada instalasi rumah risha yang sudah dibangun ditemukan adanya perbedaan pada fondasi. Di antaranya, sesuai petunjuk teknis yang ada 40×40 cm /70 x 70 cm. Namun terdapat variasi ukuran fondasi karena menyesuaikan dengan galian tanah dan belum sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Baca Juga :   PERKENALKAN!!! Inilah Cabup-Cawabup Malaka 2024-2029 (Bag. 1)

Tim teknis menemukan juga adanya pelanggaran pada rumah risha seperti pemeriksaan instalasi rumah risha pada struktur risha, yakni terdapat panel risha yang rusak namun sudah terinstal pada salah satu unit yang sudah dibangun.

Pada pemeriksaan lainnya, tim menemukan adanya ketidaksesuaian pada pemeriksaan panel risha panel struktur P2, yakni dimensi dan kondisi fisik panel P2 yang diproduksi kesikuan arah lebar belum sesuai dengan ketentuan, dimensi dan lubang baut arah memanjang tidak sesuai dengan juknis 14,78mm (seharusnya 16 mm).