Majelis Hakim PN Atambua Diadukan Lima Tergugat ke Pengadilan Tinggi dan KY Perwakilan NTT, Ini Alasannya

Avatar photo
Reporter : Arnoldus Fobia Editor: Cyriakus Kiik

Kupang, JurnalDemokrasi.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Atambua diadukan lima tergugat kasus perdata tanah di Dusun Suriklulik Webusa Desa Derok Faturene Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu ke Pengadilan Tinggi Kupang dan Komisi Yudisial (KY) Perwakilan NTT.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pengaduan tersebut sebagai buntut adanya Putusan Majelis Hakim yang diketuai Decky A. Safe Nitbani, SH, MH dalam Putusan Perkara Nomor: 4/Pdt.G/2023/ON.Atb. Dalam Putusan tersebut, Majelis Hakim memenangkan Gugatan Para Penggugat. Para Penggugat terdiri dari 16 orang, yakni:
1. Yansensius Salan
2. Yulius Amusu
3. Mathias Bauk
4. Yasintus E. Leki
5. Vernandes Seran
6. Hilarius Taek
7. Benyamin Moruk
8. Norcianus Asten
9. Gaspar Taek
10. Adrianus Taek
11. Benediktus Moruk
12. Maksimus Luni Taek
13. Antonius Kehi
14. Nobertus Leon
15. Baltasar Bauk
16. Sakarias Saka.

Sedangkan Para Tergugat terdiri dari
Silvester Morais Amaral, Nikolas Seran, Emiliana Liuk, Vitalis Damianus Lau dan Eduardus Son.

Para Tergugat menilai Putusan Majelis Hakim tidak adil. Karena itulah, selain mengajukan Upaya Hukum Banding bersama Kuasa Hukum ke Pengadilan Tinggi Kupang,  Para Tergugat juga mengadukan Majelis Hakim yang diketuai Decky A. Safe Nitbani, SH, MH ke KY Perwakilan NTT pada Senin (21/08/2023) siang.

Silvester Morais Amaral sebagai perwakilan para Tergugat, kepada media ini menjelaskan, pihaknya memiliki alat bukti berupa sertifikat, pajak dan tanaman umur panjang di atas objek sengketa.

“Walaupun kita punya alat bukti tetapi kita tetap kalah. Ada apa ini,” ungkap Silvester saat ditemui di Kantor KY Perwakilan NTT, Senin (21/08/2023) siang.

Baca Juga :   Ahli Waris Raimundus-Klara Pertanyakan Prosedur Penerbitan Sertifikat Hak Pakai SMPN Wekfau-Malaka