Mantan Kalak BPBD Malaka Gabriel Seran Diperiksa Penyidik Polda NTT

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik

Betun, JurnalDemokrasi.com – Mantan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka Drs. Gabriel Seran, MM diperiksa penyidik Tipikor Polda NTT.

Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi pengerjaan proyek Rumah Bantuan Badai Seroja Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2021 senilai Rp57,5 Miliar. Pemeriksaan itu berlangsung di Mapolres Malaka pada Rabu (27/09/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Terpantau, Gabriel Seran yang juga PPK proyek Rumah Bantuan Badai Seroja Kabupaten Malaka itu bersama salah satu pejabat BPBD lainnya mulai diperiksa penyidik Tipikor Polda NTT pada Pukul 09:45 Wita. Hingga berita ini diturunkan pada Pukul 11:00 Wita, pemeriksaan terhadap Gabriel Seran masih terus berlangsung.

Proyek bantuan badai seroja di Kabupaten Malaka itu berupa 3.118 unit rumah dengan anggaran senilai Rp57,5 Miliar. Proyek tersebut terindikasi korupsi, karena realisasi anggaran proyek tersebut disebut-sebut sudah seratus persen tetapi realisasi fisik proyek tersebut belum selesai dan terindikasi kuat mangkrak.

Masa pengerjaan proyek itu sendiri sudah berakhir masa kontraknya pada 22 Oktober 2022. Namun, hingga saat ini belum rampung.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Ariasandy yang dikonfirmasi wartawan tim media ini pada Rabu, 27 September 2023 pukul 16.28 Wita via pesan WhatssApp/WA terkait pemeriksaan penyidik Tipikor Polda NTT terhadap PPK Proyek Rumah Bantuan Badai Seroja Kabupaten Malaka tidak menjawab, walau telah melihat dan membaca pesan konfirmasi wartawan.

Dalam Surat Undangan Wawancara Klarifikasi Perkara Polda NTT tertanggal 22 September 2023 dberitahukan bahwa penyidk-penyidik Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT sedang melakukan penyidikan dugaan Tndak Pidana Korupsi Paket Pekerjaan Rehabütas Rumah Bantuan Pasca Bencana Seroja di Kabupaten Malaka, pada satuan kerja
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang bersumber dari dana siap pakai (DSP) senilai Rp60 juta Tahun Anggaran 2021.

Baca Juga :   Oknum Caleg Dapil Malaka 3 Diduga Kuat Tebar Listrik Politik