Setelah Desa Tunmat, Oknum Caleg Dapil Malaka 3 Diduga Kuat Janjikan Listrik Politik di Desa Lain

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Redaksi

Betun, JurnalDemokrasi.com – Oknum Calon Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) Malaka 3 Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata tidak hanya mengumbar janji listrik politik bagi warga Desa Tunmat sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya.

Oknum Caleg berinisial YS itu juga diduga kuat melakukan hal yang sama bagi warga Desa Tunabesi, Kufeu, Ikan Tuanbeis, Bani-Bani dan Fatoin. Semua desa itu tersebar di Kecamatan Io Kufeu. Tindakan YS itu disebut-sebut sebagai cara untuk menarik simpati pemilih di Dapil Malaka 3.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini dibongkar Tim Sukses YS dan warga yang rumahnya dipasangi kabel listrik baik di Desa Tunmat maupun desa-desa lainnya. Tetapi, diinformasikan, untuk saat ini yang baru dipasang adalah kabel listrik. Sedangkan meterannya baru akan dipasang setelah Pemilu 14 Pebruari 2024.

Pemerintah Desa (Pemdes) Tunmat, misalnya, mempertanyakan tindakan oknum Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 1 itu. Sebab, janji politik itu disebut-sebut sebagai program listrik gratis pemerintah tetapi tidak diketahui Pemdes Tunmat. Sehingga, untuk saat ini, belum diketahui jelas siapa saja warga Desa Tunmat yang menjadi sasaran program ‘siluman’ itu.

Kepala Desa (Kades) Tunmat Noldhy Louk yang dihubungi JurnalDemokrasi.com melalui telpon selulernya, Kamis (08/02/2024) pagi, mempertanyakan pemasangan listrik di wilayahya. Sebab, sampai sejauh ini belum ada pihak manapun termasuk dari PLN yang mendatangi pihak Pemdes Tunmat kalau saat ini sedang ada kegiatan program listrik gratis di wilayahnya.

“Kalau benar ada program listrik gratis di wilayah Desa Tunmat, mengapa kami sebagai Pemerintah Desa tidak tahu. Kami harap di masa-masa Pemilu seperti ini, masyarakat jangan ditipu dengan janji-janji. Di desa ada pemerintahan yang sah”, demikian Noldhy.

Baca Juga :   Tim Opsnal Krimsus Polres Metro Tangerang Kota Ciduk 10 Pelaku Pemerasan Tamu Hotel

Apakah kegiatan itu ada hubungannya dengan Pemilu 2024, Kades Noldhy meminta pihak terkait seperti Bawaslu dan Kepolisian untuk mengawasi dan menyelidikinya.

“Kalo pekerjaan atau kegiatan itu bermuatan money politic, silahkan Bawaslu urus. Kalo pekerjaan atau kegiatannya bermuatan tindak pidana, silahkan Pak Polisi urus. Jangan korbankan masyarakat”, tandas Kades Noldhy.

Khusus di Desa Tunmat, persoalannya sudah dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Io Kufeu. Dalam kasus ini, Pelapor-nya adalah Yasintus Kiik, warga Desa Tunmat yang juga salah satu Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Malaka 3. Sedangkan Terlapor-nya adalah Yohanes Seran, Maria Funan Hane dan Ata (petugas PLN).