Selama Merdeka: Indonesia Punya 22 Presiden dan 15 Wapres

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Cyriakus Kiik

 PRESIDEN Republik Indonesia adalah pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi di Indonesia, selain juga sebagai kepala negara. Lembaga Kepresidenan Indonesia dibentuk pada 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada 18 Agustus 1945, tepatnya 68 tahun hari ini, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) memilih Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia. Sebelum dilakukan amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945, presiden dipilih Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Setelah itu, terhitung Pemilu 2004, presiden dipilih secara langsung oleh rakyat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan figur, sejak merdeka 17 Agustus 1945 hingga saat ini Indonesia  memiliki 9 PRESIDEN, yakni Soekarno (Bung Karno), Syafruddin Prawiranegara, Assaat, Soeharto, B.J. Habibie,  Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan  Wakil-nya ada 12 WAKIL PRESIDEN, yakni Mohammad Hatta, Hamengku Buwono IX, Adam Malik, Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, Try Sutrisno, B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, Hamzah Haz, Jusuf Kalla, Boediono dan Ma’ruf Amin.

Bila dihitung berdasarkan masa jabatan, sejak merdeka hingga saat ini, Indonesia memiliki 22 PRESIDEN, dengan 15 WAKIL PRESIDEN, yakni:

1. Soekarno dan Mohammad Hatta (Presiden dan Wakil Presiden ke-1). Keduanya adalah Proklamator kemerdekaan RI.

Soekarno lahir di Blitar Jawa Timur, 6 Juni 1901

Hatta lahir di Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902

Periode Masa Jabatan: 18 Agustus 1945 – 19 Desember 1948. Keduanya berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI), dipilih dalam Sidang BPU-PKI

2. Sjafruddin Prawiranegara (Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia/PDRI), non partisan, tanpa wakil

Lahir di Serang-Banten, 28 Februari 1911

Meninggal 15 Februari 1989 di Jakarta

Baca Juga :   Bernando Seran: Putusan MK Dapat Langsung Diberlakukan dan Mengikat

Masa jabatan 19 Desember 1948 – 13 Juli 1949. Ia memproklamirkan PDRI pada 22 Desember 1948

3. Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI).

Masa jabatan: 13 Juli 1949 – 27 Desember 1949.

4. Soekarno (Presiden RIS), dari PNI, tanpa Wakil Presiden. Sedangkan Moh. Hatta menjabat Perdana Menteri.

Masa jabatan: 27 Desember 1949 – 15 Agustus 1950

5.  Assaat (Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI), non partisan, tanpa Wakil Presiden.

Lahir 18 September 1904 di Banuhampu Agam, Sumatera Barat

Meninggal 16 Juni 1997 (dalam usia 71 tahun) di Jakarta.

Masa jabatan 15 Agustus  sampai dengan 1 Desember 1950

6. Soekarno dan Mohammad Hatta dari PNI.

Masa jabatan: 1 Desember 1950 – 11 Maret 1966

 7. Soeharto (Pengemban Supersemar)

Soeharto lahir 8 Juni 1921  di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta.

Masa jabatan: 11 Maret 1966 – 12 Maret 1967

 8. Soeharto (Penjabat Presiden), ditunjuk dalam Sidang MPRS RI 12 Maret 1967

Masa jabatan: 12 Maret 1967 – 27 Maret 1968

9. Soeharto, dipilih MPRS RI

Masa jabatan: 27 Maret 1968 – 27 Maret 1978

10. Soeharto dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dipilih MPR RI

Sri Sultan Hamengkubuwono IX  lahir di Yogyakarta 12 April 1912.

Masa Jabatan: 27 Maret 1973 – 27 Maret 1978

11. Soeharto dan H. Adam Malik, dipilih MPR RI.