Opini  

Aroma Politik di Balik Lokasi RS Pratama Malaka

Avatar photo
Reporter : Cyriakus Kiik Editor: Redaksi

Oleh: Benyamin MaliDiaspora Malaka Jakarta

NOFRY LAKA, Reporter POS-KUPANG.COM di BETUN, ibukota Kabupaten Malaka, melalui media tribunnews.com bertanggal 25 Juli 2023, menurunkan sebuah laporan seputar masalah lahan atau lokasi pembangunan Rumah Sakit Pratama. Dikatakan di dalam laporan itu bahwa saudara dewan MELKIANUS LAKA LENA (MLL) menilai lokasi pembangunan yang ada di WEWIKU sekarang tidak sesuai dengan USULAN awal, yaitu di Kecamatan LAENMANEN.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Saya kutip laporan NOVRY LAKA, ”… sejak awal mula Rumah Sakit Pratama ini diusulkan oleh aspirasi Partai Golkar yang kemudian dibawakan oleh Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, S.Sos atau akrab dikenal Kim Taolin yaitu lokasi awalnya adalah Laenmanen yang memang lakosinya jauh sekali dari Rumah Sakit perbatasan di Malaka.”

Lagi-lagi SUMBER REFERENSI LAPORAN adalah saudara dewan MLL, asal-usul aspiratif adalah PARTAI GOLKAR, dan saudara LOUIS LUCKY TAOLIN selaku Wakil Bupati Malaka sekaligus Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Malaka DISERET MASUK ke dalam kasus lokasi ini sebagai pembawa ’berita-usulan’, entahlah ke mana usulan itu dibawa tidak dituliskan secara terang-jelas-tegas, entah ke Komisi IX DPR RI dimana saudara dewan MLL berkedudukan sebagai Wakil Ketua II Komisi IX, atau langsung ke Kementerian Kesehatan RI; padahal dalam rilis berita wartawan bidiknusatenggara.com, wartawan mengutip ucapan saudara dewan MLL yang berbunyi : “Jadi hadirnya Rumah Sakit Pratama di Malaka itu karena aspirasi dari bapak Raja (ketua Golkar Malaka) disampaikan kepada saya, kemudian saya usulkan ke kementerian Kesehatan.”

Sangat jelas di sini berubah-ubahnya dan plin-plannya mulut saudara dewan MLL : hari ini di tempat ini berkata A, besok di tempat lain berkata B tentang KASUS yang sama. Sampai detik ini, permintaan ’klarifikasi’ saya tentang asal-muasal usul aspiratif RS Pratama Malaka ini belum ditanggapi wakil rakyat Dapil 2 NTT ini.

Baca Juga :   IMMALA Menginspirasi Kaum Muda Malaka (Perjuangan Menuju DOB Malaka - Bag. 2)

Pertanyaan saya terkait pernyataan saudara dewan MLL di atas adalah ”Ada apa di balik pernyataan yang berubah-ubah ini? Ada apa pula menyeret-nyeret KIM TAOLIN, Wakil Bupati Malaka, dalam kasus LOKASI RS Pratama Malaka ini?

Oret-oretan ini sekadar suatu analisis seorang ’luaran’ (outsider), kendati tidak ’luaran’ sama sekali, karena saya anak Malaka asli tanpa campursari sehingga sedikit-dikitnya mengikuti dengan saksama perkembangan di Rai Malaka, tanah kelahiran saya.

Saya berharap semoga tulisan saya ini memberi sedikit pencerahan bagi khalayak masyarakat Malaka untuk menilai kasus ini secara proporsional, jernih, tenang, rasional, dan tidak emosional. Saya berharap juga bahwa oret-oretan ini sedikit menumbuhkan semangat PERSAUDARAAN yang semakin padat-padu sebagai ORANG MALAKA, tidak mudah terprovokasi dan diadu-domba, hingga terpecah-belah berkeping-keping.

Ingat kata-kata Soekarno, ”Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Untuk itu kiranya baik sekali bila orang Malaka SELURUHNYA, tidak membiarkan ’orang-luar’ (outsider) memecah belah kita hanya karena masalah LOKASI RS Pratama.

PRO-KONTRA LOKASI RS PRATAMA MALAKA
Menelisik masalah seputar ’lokasi’ RS Pratama Malaka, mari kita dengan akal yang bening dan hati yang tenang mencari tahu akar permasalahannya, kendatipun tentang masalah lokasi ini sudah tercipta perdebatan seru dan perbantahan antara ORANG MALAKA, di Group-group WA maupun media-media sosial, dengan pandangannya masing-masing.

Yang PRO berpendapat ’kami mengikuti saja apa yang telah menjadi keputusan Pemerintah Daerah sebagaimana telah dikemukakan secara komprehensif oleh dr. Sri Caro Ulina selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka’.

Yang KONTRA berpendapat ’kami menghendaki lokasi RS Pratama Malaka yang di Wewiku ditinjau kembali bahkan dibatalkan demi keadilan, lalu dikembalikan ke tempat yang diusulkan sejak semula, yaitu di Kecamatan LAENMANEN, yang seiring-sejalan dengan atau tepatnya didasarkan pada pandangan saudara dewan MLL, wakil rakyat dari Dapil 2 Provinsi NTT dari Partai Golkar. Yang mana dan dari mana orangnya, saya tidak tahu! Masyarakat Malaka di Rai Malaka-lah yang tahu dengan lebih baik siapa saudara dewan MLL itu dan dari mana asalnya, sebab menurut informasi yang saya dengar ada sekira 6.000 suara rakyat Malaka memilih beliau dalam Pemilihan Umum yang lalu, sehingga beliau LOLOS menjadi ’wakil rakyat’ Dapil 2 NTT, termasuk ’wakil rakyat Malaka di DPR Senayan.’

Baca Juga :   Siasat Takut Kalah di MK ala Jokowi

Kedua kubu kuat-kuatan bersikukuh dengan pandangannya masing-masing, dan tak ada peluang titik temu antara keduanya. Kelompok KONTRA terkesan memandang keputusan Pemerintah Daerah Malaka sebagai suatu keputusan ’otoritarian’ yang penuh intrik politik dan sama sekali mengabaikan rasa keadilan bagi masyarakat yang mendiami kawasan pegunungan di LAENMANEN. Entah benar atau salah penilaian ini, mesti diselidik dengan saksama dalam kondisi pertimbangan akal yang bening dan suasana hati yang SUPER TENANG.
Untuk maksud itu, saya mengajak seluruh masyarakat Malaka sejenak belajar ’Bahasa Indonesia’, dengan membolak-balik makna kata ’USULAN’. Mengapa? Karena, salah satu akar masalah pro kontra itu yang terabaikan dalam pertimbangan kita – menurut hemat saya – adalah kita LUPA akan arti sesungguhnya dari kata ”USULAN” sebagaimana terungkap dari kutipan laporan di atas.

Kata ’usulan’ semakna dengan kata ’SARAN’, dan karena itu kita sering menggunakan kedua kata itu secara bersama: ’USUL-SARAN’. Lalu ”Apa itu USULAN atau SARAN”? Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya sebagai ”pendapat yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.” Kata kunci (keyword) dari pengertian Kamus Besar di atas adalah ’dipertimbangkan’. Ini berarti ”pendapat itu bisa diterima dan bisa juga ditolak, bahkan diabaikan atau dianggap ’angin lalu sebagai tidak ada’ karena alasan tertentu yang masuk akal.

Dalam konteks LOKASI pembangunan RS Pratama Malaka dikatakan bahwa Kecamatan LAENMANEN adalah lokasi ’usulan’. Kenyataan sekarang berbicara lain : lokasi RS Pratama Malaka tidak lagi di LAENMANEN, melainkan di WEWIKU. Ini berarti lokasi ’usulan’ ditolak dan diganti dengan lokasi lain. Pertanyaan logis dalam kaitannya dengan pro-kontra antar kedua kubu, tidak saja ”mengapa WEWIKU, dan bukan LAENMANEN sebagaimana di-usul-kan?”, tetapi juga ”mengapa penggantian ini dipermasalahkan (oleh kubu KONTRA)?” sementara yang namanya ’usul-saran’ berarti, ”bisa diterima bisa juga ditolak”. Bila disadari makna kata ’usul-saran’, seharusnya sikap yang ditunjukkan adalah ’diterima…Puji Tuhan’, ditolak pun ’Puji Tuhan’, meskipun ada rasa kecewa yang mendalam.
Mengapa demikian : ’diterima…Puji Tuhan’, ditolak pun ’Puji Tuhan’? Ada dua alasan tersedia untuk itu.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama MensaNews.Com Dengan Benyamin Mali (Diaspora Malaka Jakarta). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Benyamin Mali (Diaspora Malaka Jakarta).