Opini  

Meski Baru 10 Tahun ‘Merdeka’, Kabupaten Malaka pernah Dipimpin Enam Bupati dan Dua Wabup, Ada yang Terlupakan?

Avatar photo
Reporter : Cyriakus Kiik Editor: Cyriakus Kiik

JurnalDemokrasi.com – Saat ini, masyarakat sedang meraya-riahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malaka ke-10. Ini sebagai rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78. Kedua moment ini dirayakan bersamaan.

Kegiatan kemeriahan kedua moment ini melibatkan banyak elemen dan etnis masyarakat Kabupaten Malaka. Setidaknya, membangkitkan memori masyarakat Malaka kalau Kabupaten Malaka telah ‘merdeka’ 10 tahun. Tepatnya 23 Maret 2013. Sedangkan Indonesia merdeka 78 tahun silam. Tepatnya 17 Agustus 1945.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kedua moment itu mencatat satu hal penting bagi semua anak bangsa baik di seantero nusantara maupun Malaka:- JAngan Sesekali Melupakan sejaRAH.

Pada Senin, 14 Agustus 2023, ribuan masyarakat Malaka dari berbagai elemen dan etnis tumpah-ruah di Lapangan Umum Betun. Lapangan yang berdaya tampung 3.000 orang ini malahan tidak bisa tampung warga. Ribuan warga lainnya hanya bisa bertahan berdiri mengelilingi semua sisi lapangan sambil menonton.

Hari Merdeka Malaka ini disebut Bupati Malaka saat ini Dr Simon Nahak, SH, MH dengan istilah: Malaka 1 Dekade. Di salah satu sudut bagian dalam sebelah barat, terpajang foto poster para Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malaka.

Selama Satu Dekade, Kabupaten Malaka dipimpin enam Bupati dan dua Wakil Bupati. Inilah para Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang pernah memimpin Kabupaten Malaka 10 tahun terakhir, yakni Herman Nai Ulu, SH, MHum, Donatus Bere, SH, drg. Stefanus Bria Seran, MPh, dr. Meserasi Ataupah, Viktor Manek, SSi, MSi dan Dr Simon Nahak, SH, MH.

Begini biodata singkat masing-masing Bupati dan Wakil Bupati Malaka dari masa ke masa :

1. Herman Nai Ulu, SH, MHum (23 April 2013 – 24 April 2015). Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Propinsi NTT, Herman dilantik Menteri Dalam Negeri RI Gumawan Fauzi menjadi Penjabat Bupati Malaka pertama. Setelah dilantik, Herman Nai Ulu melakukan koordinasi dengan Bupati Belu terkait pemindahan personil, penyerahan aset, serta dokumen kepada Pemerintah Kabupaten Malaka sesuai dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu dan Bupati Belu.

Baca Juga :   Bupati Simon Perintahkan Asisten I dan Plt. Kadis PMD Malaka Klarifikasi Pengaduan Warga Desa Ikan Tuanbeis

Beberapa hal lain yang dibuat dalam penyelenggaran Pemerintahan Kabupaten Malaka salah satu di antaranya adalah membentuk Perangkat Daerah berdasarkan urusan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Selain itu menetapkan beberapa regulasi penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Donatus Bere, SH (24 April 2015 – 16 Pebruari 2016). Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka definitif yang pertama, mendapat kepercayaan Pemerintah Pusat dan Propinsi NTT dilantik sebagai Penjabat Bupati Malaka yang ke-2. Pelantikan dilakukan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, menggantikan Herman Nai Ulu, dengan masa jabatan terhitung sejak 24 April 2015 sampai dengan 16 Pebruari 2016.

Selain sebagai Penjabat Bupati Malaka yang ke-2, Donatus Bere juga memimpin Kabupaten Malaka untuk kedua kalinya sejak 17 Pebruari 2021 sampai dengan 26 Maret 2021 sebagai Pelaksana Harian Bupati Malaka, ketika masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPh berakhir.

Setelah adanya penunjukan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere melaksanakan tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka sampai dengan akhir pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara pada 31 Desember 2021.